Oleh :
ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN DALAM ORGANISASI
Minggu, 09 Desember 2012 di 19.54 {0 komentar}
Oleh :
EKSKUL MTs. DARUL HIKMAH
Jumat, 11 Desember 2009 di 23.34 {0 komentar}
EKSKUL MTs. DARUL HIKMAH
PRAMUKA – PASKIBRA - MARAWIS
PRAMUKA
Kata pramuka pastinya udah gak asing lagi di telinga sobat – sobat SMP maupun SMA dan masyarakat. Begitu juga pramuka yang ada di MTs. Darul Hikmah Cimone.
Pembina Pramuka : Ka. Supriyadi
Pengen lebih tau lagi PRAMUKA MTs. Darul Hikmah, dating aja ya.. ke Ruang Ekskul OSIS MTs. Darul Hikmah…. Di tunggu Loh….
PASKIBRA
PASKIBRA’ organisasi berikut ini pasti sudah pada tahu karena setiap hari kemerdekaan kita!! Selalu ada yang namanya PASKIBRA!! So... mari kita lihat susunan kepengurusan PASKIBRA dari kami :
Susunan pengurus Paskibra Sekolah Periode 2009 / 2010
Pembina : Caryana
Ketua : Imelda
Wakil Ketua : Prastyo
Sekretaris : Siti Munawaroh
Ulwiyatul Hasanah
Bendahara : Neneng Hasanah
Hildawati Eka Rizki
Affan Apandi
Kespas : Novi Restiyani
Ibrohim
Pampas : Sumela Marlina
Aditya Paksi
Humas : Siti Khodijah
Itulah susunan kepengurusan PASKIBRA MTs. Darul Hikmah
MARAWIS
Nah Ekskul yang terakhir di MTs. Darul Hikmah yaitu Marawis…
Pembina : Supriyadi
Materi 1 KEPEMIMPINAN
Kamis, 10 Desember 2009 di 07.13 {0 komentar}
Oleh : Drs. Pamuji ( Kepala Madrasah )
A. Pendahuluan
Kepemimpinan adalah merupakan masalah senteral dalam kepengurusan suatu
organisasi. Maju mundurnya suatu organisasi, mati hidupnya organisasi, tumbuh
kembang organisasi, senang tidaknya bekerja dalam suatu organisasi serta tercapai
tidaknya tujuan organisasi sebagian ditentukan oleh tepat tidaknya kepemimpinan yang
diterapkan dalam organisasi yang bersangkutan. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa
pemimpin hanya dapat menjalankan kepemimpinannya sehingga tujuan organisasi dapat
tercapai sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh anggotanya,tetapi yang dikenal adalah
pemimpin itu sendiri.
Pada pembahasan materi kepemimpinan ini dibatasi oleh kepemimpinan khas
yang sesuai dengan Dasar Negara, Palsafah serta pandangan hidup bangsanya.
B. Sikap Dasar Kepemimpinan
1. Pengertian Kepemimpinan (Leadership)
Kepemimpinan atau Leadership berasal dari kata dasar “pimpin” yang artinya bimbing atau tuntun, atau dalam kata kerja “memimpin” yaitu membimbing atau menuntun. Sedangkan kepemimpinan (menunjukkan kata sifat) adalah perilaku seseorang yang dibentuk oleh gabungan karakter positif seorang pemimpin.
faktor orang/pribadi (2) faktor posisi (3) factor situasi.
Jadi pemimpin adalah orang yang memiliki kelebihan sehingga dia mempunyai kekuasaan dan kewibawaan untuk menggerakkan, mengerahkan, dan membimbing bawahan. Dalam pengertian lebih luas Pemimpin adalah seseorang yang memimpin dengan jalan emprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, menunjukkan,
mengorganisir dan mengontrol usaha orang lain atau melalui prestise kekuasaan.
Menurut Paul Mersey dan Kenenth M. Blanchard, 1982 Kepemimpinan adalah proses
mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam usaha mencapai tujuan dalam
situasi tertentu.
Dari berbagai pendapat pada dasarnya Kepemimpinan mempunyai dua hal yang
dominan, yaitu mempengaruhi dan saling pengaruh. Mempengaruhi mengandung
kesan searah sedangkan saling pengaruh mengandung makna timbal balik. Karena
berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar
bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sedangkan bagaimana pemimpin mempengaruhi bawahan/anggota bias bermacammacam,
antara lain dengan memberikan gambaran masa depan yang lebih baik,
memberi perintah, memberi imbalan, melimpahkan wewenang, memberi
penghargaan, memberi kedudukan, membujuk, mengajak, memberi kesempatan
berperan, memberi motivasi, memberikan arah, mendorong kemajuan, menciptakan
perubahan, memberikan ancaman, hukuman dll.
C. Teori Kepemimpinan
Faktor-faktor yang terdapat dalam kepemimpinan dengan pendekatan :
1. Pendekatan Bakat
Teori ini memandang bahwa pemimpin dianugerahi bakat untuk yang membedakan
mereka dari orang kebanyakan dan menurut Ordway Tead : “Seseorang Pemimpin
harus memiliki sepuluh syarat yang berkenan dengan” :
1. Kekuatan fisik dan susunan syaraf
2. Penghayatan terhadap arah dan tujuan
3. Antusiasme
4. Integritas
5. Keahlian teknis
6. Kemampuan memutuskan
7. Keramah tamahan
8. Intelegensia
9. Keterampilan mengajar
10. Kepercayaan
Hunt lebih mempersempit lagi bahwa yang berhasil menjadi pemimpin umumnya
mereka yang mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
1. Mempunyai intelegensia diatas rata-rata
2. Sehat
3. Berasal dari golongan menengah atau atas
4. Mempunyai keinginan yang kuat
5. Seringkali anak pertama atau anak laki-laki pertama
Teori ini dalam kenyataannya tidak berhasil menemukan seperangkat bakat yang
menjamin berhasilnya kepemimpinan dan dalam kenyataannya tidak semua bakat
yang diharapkan.
2. Pendekatan Situasional
Teori ini berkeyakinan, bahwa situasi tertentulah yang melahirkan pemimpin.
Menurut Murphy : 1941, bahwa pemimpin dilahirkan oleh situasi darurat atau gawat.
Dalam situasi demikian muncul seorang yang mempunyai kemampuan membaca
situasi dan berhasil mengatasinya maka lahirlah seorang pemimpin.
3. Pendekatan Bakat dan Situasional
Pendekatan bakat gagal menemukan perangkat bakat yang menjamin keberhasilan
pemimpin. Sebaliknya pendekatan situasional terlalu meremehkan bakat walaupun
hasil penelitian menunjukkan adanya bakat dan keberhasilan memimpin. Oleh karena
itu para teoritisi berpendapat bahwa pemimpin adalah suatu proses yang melibatkan
pemimpin, anak buah dan situasi.
D. Azas Kepemimpinan
Sikap dasar dan Prinsip bagi seorang pemimpin adalah :
a. Konsisten dan Konsekwen dalam menghayati dan mengamalkan Pancasila.
b. Mengayomi, suka memberi perlindungan atau memberi teguh sehingga pengikutnya
selalu merasa aman dan tentram dalam perlindungannya.
Disamping sikap dasar diatas, para pemimpin organisasi di
mengembangkan sifat-sifat tertentu, yaitu :
a. Adil
b. Arif bijaksana
c. Penuh prakarsa/inisiatf
d. Percaya diri
e. Penuh daya pikat
f. Ulet
g. Mudah mengambil keputusan
h. Jujur
i. Berani mawas diri
j. Komunikatif
Karena latar belakang budaya, agama dan heterogenitas masyarakat in donesia yang khas,
secara operasional kepemimpinan organisasi di
kepemimpinan sebagai norma, yaitu :
1. Taqwa; percaya pada Tuhan Yang Maha Esa
a. Ing Ngarso Sung Tulodo ; didepan memberi teladan
b. Ing Madya Mangun Karso ; ditengah membangun kemampuan, tekad dan
prakarsa.
c. Tutwuri Handayani ; dibelakang memberi dorongan, penggerak, pengarah.
d. Waspada Urwowiseso ; senantiasa waspada, sanggup mengawasi dan berani
memberikan koreksi.
e. Ambeg Paramarta ; harus mampu menentukan segala sesuatu dengan tepat dan
menentukan prioritas.
f. Prasojo ; senan tiasa bersahaja, sederhana dan tidak berlebihan.
g. Setyo ; selalu setia, loyal terhadap organisasi.
h. Geminastiti ; hemat dan cermat.
i. Beloka ; jujur, terbuka dan berani bertanggung jawab.
j. Legowe ; ikhlas, bersedia dan rela.
E. Teknik kepemimpinan
a. Teknik pematangan / penyiapan pengikut
1. Teknik penerangan (memberikan keterangan yang jelas faktual untuk
meyakinkan kepada pengikut sesuai dengan kemauan pemimpin ).
2. Teknik propaganda berusaha memaksakan kehendak atau keinginan pemimpin
yang kadang-kadang bagi pengikut tidak ada pilihan lain.
b. Teknik Human Relations
Teknik ini merupakan proses pemberian dorongan agar orang mau bergerak, yang
dapat dijadikan motif, yaitu pemenuhan physis dan kebutuhan psikologis.
c. Teknik menjadi tauladan
Teknik pemberian contoh yang mewujudkan dalam dua aspek, yaitu aspek negatif
dalam bentuk larangan dan aspek positif dalam bentuk anjuran atau keharusan.
d. Teknik persuasi ( mengajak dengan lunak).
e. Teknik pemberian perintah
Teknik menyuruh orang yang diberi peritah dengan ketentuan power dan kekuasaan.
f. Teknik penggunaan system komunikasi yang cocok.
Teknik ini harus mempertimbangkan kondisi penerimaan informasi ( yang diajak
komunikasi ).
g. Teknik penyedian Fasilitas-fasilitas
Kepada sekelompok orang yang sudah siap untuk mengikuti ajakan sipemimpin,
maka orang-orang itu harus diberi fasilitas, atau kemudahan-kemudahan.
F. Fungsi Kepemimpinan
Fungsi kepemimpinan organisasi sebagai salah satu fungsi management, kepemimpinan
menjadi, mencakup beberapa tugas, dan kewajiban organisasi diantaranya :
a. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan dalam rangka menjalankan kekuasaan organisasi. (
Barrnat )
b. Motivasi
Motivasi diperlukan untuk kebutuhan psikologis, keamanan, kebutuhan social,
prestise, mempertinggi kemampuan (Abraham Maslow ).
c. Visi
“ Tragedi terbesar dalam diri seorang manusia adalah bila menjadi penglihatan tetapi
tidak mempunyai visi.
KEPEMIMPINAN UMUM
Yang dimaksud dengan tipologi kepemimpinan dalah bagaimana pemimpin menjalankan
tugasnya, misalnya
menyampaikan perintah, atau ajakan kepada yang diperintah.
Penggolongan
1. Gaya Kepemimpinan Otokratis ( terpusat pada pemimpin /direktif )
pada pemberian perintah ).
2.
Ditandai dengan keketatan pelaksanaan prosedur yang berlaku pada pemimpin dan anak
buahnya atua memimpin berdasarkan peraturan.
3.
konsultatif atau parsitipatif (terjadi komunikasi dua arah ) dan keputusan diambil secara
bersama.
4.
Pemimpin melimpahkan sepenuhnya kepada anak buahnya dalam menentukan tujuan
serta cara dipilih untuk mencapai tujuan itu. Peranan pemimpin hanyalah menyediakan
keterangan dan hubungan dengan pihak luar.
KESIMPULAN
Dengan memperhatikan definisi dan deskripsi yang ada maka pada umumnya kepemimpinan
diartikan sebagai kemampuan dan kesanggupan menggerakan orang-orang untuk bekerja dan
mengarahkannya pada tujuan yang telah ditetapkan.
Pemimpin dan kepemimpinannya perlu menumbuhkan sifat dasar dan sifat-sifat tertentu yang
sesuai dengan keadaan/kondisi
kesalahan-kesalahan masa lalu. Untuk para pemimpin organisasi sekarang dituntut memiliki
moralitas, integritas kepemimpinan professional kompetitif dan daya saing tinggi.
Materi 2 ADMINISTRASI DAN KESEKTARIATAN
di 07.11 {0 komentar}
Oleh : Ahmad Bukhori ( Sekretaris MPO )
I. PENDAHULUAN
Setiap organisasi (apapun bentuknya ) pasti mempunyai rumusan tujuan yang ingin dicapai.
Organisasi yang mempunyai rumusan tujuan yang jelas akan mendapatkan kesulitan kearah
mana organisasi iti akan dibawa. Perumusan tujuan organisasi yang jelas akan memudahkan
organisasi dalam menentukan kebijakan organisasi. Melalui tujuan tersebut, sebuah
organisasi mendapat gambaran kearah mana orgaisasi tersebut akan dibawa, mendapatkan
landasan bagi organisasi, memudahkan menentukan macamnya tugas, dan akan mudah
menentukan PRODER KISS ME (program, prosedur, koordinasi, integrasi,
simplikasi,sinkronisasi dan mekanisme ).
Perumusan tujuan meski menjadi syarat mutlak bagi organisasi, tetapi bukanlah merupakan
satu-satunya syarat. Rumusan tujuan perlu ditopang oleh syarat-syarat lain yang tidak kalah
pentingnya diantaranya (anggota), kelompok, kerja sama, dan perangkat lainnya seperti
kesektariatan dan administrasi.
Diantara sederetan piranti organisasi yang akan penulis uraikan lebih panjang adalah
Kesektariatan dan administrasi.kedua piranti organisasi tersebut penulis uraikan karena
penulis berpendapat bahwa kegiatan kesektariatan dan administrasi mempunyai peran yang
signifikan dalam kegiatan organisasi.
II. ADMINISTRASI
Seperti telah diuraikan diatas bahwa sebuah organisasi yang baik adalah organisasi yang
telah menetapkan rumusan organisasi yang jelas. Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi
sudah barang tentu akan melakukan segala usaha/ kegiatan organisasi, dari mulai
merencanakan tujuan sampai dengan kegiatan evaluasi kegiatan.usaha/kegiatan tersebut
disebut dengan administrasi.
Secara umum, administrasi adalah usaha atau kegiatan sekelompok orang yang bekerja
secara teratur untuk mencapaisuatu tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.usaha-usaha
atau kegiatan yang dimaksud meliputi semua kegiatan yang lazim dilakukan oleh organisasi,
seperti penetapan rencana program, pengorganisasian, penajaman dan penyelenggaraan
program, kegiatan pengawasan, kegiatan evaluasi, kegiatan pembuatan pelaporan, dan lainlain.
Sedangkan secara sempit administrasi diartikan sebagai kegiatan tata usaha, clerical work
(kegitan catat mencatat/tulis –menulis ) atau sectretrial work (pekerjaan sekertaris), yaitu
keseluruhan kegiatan mencatat segala kejadian bagi pimpinan suatu organisasi. Keseluruhan
rumusan pengertian administrasi secara sempit tersebut disebut juga kesektariatan.
Dari batasan-batasan di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa pengetian administrasi
meliputi hal-hal sebagai berikut.
1. Rangkaian kegiatan/ perbuatan, termasuk kegiatan kesekretaritan;
2. Adanya kelompok orang;
3. Adanya kerjasama;
4. Adanya unsur-unsur untuk mencapai tujuan;
III. KESEKRETARIATAN
Kesekretariatan disebut juga kegiatan tata usaha. Seperti telah disinggung diatas, bahwa tata
usaha merupakan bagian pengertian sempit administrasi dan merupakan bagian yang cukup
menunjang tercapainya tujuan administrasi. Dengan kata lain, kegiatan tata usaha atau
keskretariatan merupakan suatu bagian dari kegiatan administrasi.
1. Tulis menulis (rencana program, strategi pelaksanaan program, sampai evaluasi ).
2.
3. Kegiatan kearsipan dan agenda;
4. Pemilikan dan pemeliharaan buku induk organisasi;
5. pengiriman dan penerimaan
6. data-data lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tilis menulis
Dari uraian diatas dapat menyimpulkan bahwa Tata Usaha adalah menghimpun keteranganketerangan
tertulis yang dapat digunakan untuk menunjang kelancaran kegiatan administrasi.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sipat Tata Usaha adalah sebagai “pelayanan
terhadap kegiatan pokok administrasi”.
Berikut ini penulis uraikan beberapa kegiatan Tata Usaha yang memiliki aturan-aturan (
tertentu, yaitu:
A. Surat Menyurat
Di antara kegiatan Tata Usaha yang paling menonjol adalah kegiatan
(korespondensi).
informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Hubungan yang terjadi antara pihakpihak
tersebut disebut kegiatan
Selain sebagai sarana komunikasi,
1. Alat untuk menyampaikan pemberitahuan, permintaan atau permohonan buah
pikiran/gagasan.
2. Alat bukti tertulis, misalnya
3. Alat untuk mengingat, misalnya
4. Bukti sejarah, misalnya surat-surat yang bersejarah.
5. Pedoman kerja, misalnya
Jika dilihat dari segi bentuk, isi, dan bahasanya,
yaitu:
1.
2.
3.
Selain ketiga jenis
menurut susunan, letak, dan bagian-bagian
peranannya sebagai identifikasi atau petunjuk pengelolaan
Menurut pola umum yang berlaku dalam
menjadi6(enam) dan macam bentuk
bentuk lurus (block style), (c) bentuk setengah lurus (semi block style), (d) bentuk bertekuk
(idented style), (e) bentuk resmi
(contoh lengkap bentuk-bentuk
Sekedar memberikan gambaran untuk memudahkan pemahaman pembaca, berikut penulis
berikan contoh bagian-bagian
Keterangan :
(1) Kop/Kepala
(2) tanggal
(3) nomor. Lampiran, perihal
(4) alamt,tujuan;
(5) salam pembuka;
(6) Isi
(7) Salam penutup;
(8) pengirim
(9) tembusan;
B. Kerasipan, Agenda dan Ekspedis
1). Arsip
Kegiatan Kearsipan terdiri atas pengelolaan arsip itu sendiri dan agenda. Arsip adalah suatu
tempat penyimpanan dan pengolahan data-data tertulis, seperti surat-surat dan dokumendokumen.
Arsip berarti pula dokumen tertulis yang berasal dari komunikasi tertulis (
akta, dan sebagainya) yang dikeluarkan instansi resmi, yang disimpan dan diperlihara
ditempat khusus untuk referensi. Orang (ahli) yang bias mengurus bagian penyimpanan dan
pemeliharaan surat-surat disebut arsiper
Arsip memiliki kegunaan sebagai berikut :
1. (seolah-olah) sebagai suatu pusat ingatan dari organisasi dalam memulihkan keterangan bila diperlukan.
2. Sebagai sarana pembuktian dalam peristiwa hokum
3. Arsip mempunyai nilai sejarah yang menggambarkan peristiwa-peristiwa lampau.
4. Arsip memberikan jasa dalam kemajuan dan perkembangan dunia keilmuan, dan lainlain.
System penyimpanan (pengarsipan) ada 5 (
1) Sistem penyimpanan menurut abjad (Alfabetic Filling), yaitu penyusunan arsip berdasarkan nama orang atau organisasi utama.
2) Sistem penyimpanan menurut pkok soal (Subject Filling), yaitu penyusunan arsip
didasarkan pada jenis dan isi
3) Sistem penyimpanan menurut wilayah (Geografic Filling), yaitu penyusunan arsip
didasarkan pada asal daerah
4) Sistem penyimpanan menurut nomor (Numeric Filling), yaitu penyusunan arsip
didasarkan angka nomor pada
5) Sistem penyimpanan menurut tanggal (Chronological Filling), yaitu penyusunan arsip
berdasarkan tanggal yang tertera pada
2) Agenda
Buku agenda, adalah buku catatan yang bertanggal untuk satu tahun (periode) yang berfungsi
untuk mencatat surat-surat, baik
mencatat
dapat dibagi atas 2 (dua) macam, yaitu :
1) Agenda Tunggal, yaitu agenda yang menggunakan satu buku. Lembaran sebelah kiri
untuk
2) Agenda anda, yaitu agenda yang terdiri dari 2 (dua). Satu buku khusus untuk mencatat
3. Ekspedisi
kegiatan kesekretariatan lain yang berhubungan dengan
Ekspedisi adalah kegiatan mengurus (mengirim/mengantarkan) surat-surat atau barangbarang.
Orang yang bertugas untuk mengirim/mengantar surat-surat atau barangn-barang
disebut ekspeditur. Untuk memudahkan surat-surat, sebuah organisasi memerlukn bukuk
ekspedisi. Buku ini sangat penting sebagai alat bukti bahwa
dan diterima oleh alamat tujuan
C. Buku Induk dan Agenda Kegiatan
Buku induk merupakan buku-buku yang memuat data-data identitas pengurus/anggota
organisasi yang bersangkutan. Buku ini berisi data-data atau identitas baik pengurus maupun
anggota organisasi. Fungsi dari buku ini adalah untuk menginventarisasi data seluruh
personal pengurus dan anggota organisasi lengkap dengan identitasnya.
Buku agenda kegiatan merupakan buku yang berisi data-datarangkaian kegiatan organisasi
selama periode tertentu. Buku ini digunakan setiap organisasi, jawatan, instansi, dan badanbadan
yang berguna bagi kelengkapan administrasi dan laporan-laporan.
IV. P E N U T U P
Administrasi dan kesekretariatan bukan merupan bagian disiplin ilmu eksakta. Ini berarti
bahwa teori tentang kedua topik tersebut adalah terus mengalami perubahan, pergeseran dan
penambahan-penambahan sesuai dengan perkembangan kebutuhan organisasi.
Perkembangan kebutuhan organisasi tidak terlepas dari usaha untuk lebih memperbaiki citra
organisasi tersebut. Oleh karena itu inisiatif-inisiatif dengan ide-ide cerdas menjadi sangat
penting, termasuk ide-ide dalam bidang administrasi dan kesekretariatan sebagai piranti
penting dalam menjalankan roda organisasi.
Wassalam,
Materi 3 RETORIKA dan PROTOKOLER
di 07.08 {0 komentar}
A. Retorika
1. Pengertian :
2. Tujuan :
a. Knowladge transfer, yaitu untuk mentransfer ilmu pengetahuan
b. Mision Transfer, yaitu untuk mentransfer misi atau suatu tujuan
c. Korektif, yaitu untuk membela kebenaran
d. Instruktif, yaitu memdidik orang yang tidak dapat mencapai logika
e. Sugestif, yaitu memberi saran dapat menguasai lawan dan situasi
f. Devensif, yaitu sebagai alat pertahanan mental
3. Retorika dalam Komunikasi Formal
a. Sistem Persiapan :
Menggunakan konsep, teks atau naskah
Menentukan inti atau garis besar yang akan dibicarakan
Menghapal konsep secara persis
Tampil secara spontan
b. Tekhnik dalam Tampil :
Penataan busana
Pengaturan mimik muka atau ekspresi
Olah vokal
Pengaturan intonasi
Aksentuasi
Strategi psikologis masa : tidak menggurui, tidak menyudutkan pihak
lain, tidak menyombongkan diri.
c. Kerangka Materi
Pembukaan : Apersepsi
Isi : pokok atau inti pembicaraan
Penutup : Penajaman atau pengkerucutan
d. Materi yang Menarik
Simpel
Berbobot
Dapat dimengerti
Aktual
Bernuansa baru
e. Pemahaman Objek Sasaran dan Kondisi
Kelompok khusus
Klompok umum/heterogen
B. Protokoler
1. Pengertian
Protokoler adalah pengaturan tata cara, upacara,gelar kegiatan dan aneka jenis
perlengkapan serta penataan tempat dan dekorasi, yang diolah atau disusun secara
tertib.
2. Tujuan
a. Agar tujuan kegiatan dapat tercapai secara jelas
b. Agar proses kegiatan dapat menarik
c. Agar proses kegiatan berjalan hidmat dan terhormat
d. Agar suatu keiatan dapat berkesan
e. Agar isi dan kulit kegiatan dapat berpadu secara harmonis
3. Landasan Dasar
a. TAP MPR
b. Kepres
c. Perda TK I
d. Perda TK II
e. Sistem Religi
f. Sistem budaya nasional
g. Sistem budaya daerah
4. Jenis Istilah Latihan Protokoler
a. Pembawa acara
b. MC
c. Presenter
d. Moderator
5. Syarat Protokoler
a. Sehat jasmani dan rohani
b. Memiliki keterampilan retorika
c. Berilmu pengetahuan luas
d. Memiliki kemampuan berkomunikasi
e. Disiplin
f. Dapat mengambil keputusan dengan cepat
g. Memiliki tim kerja
h. Supel dan fleksibel
i. Tegas
j. Bertanggung jawab
k. Bermental tenag
l. Jujur dasn dapat dipercaya
m. Dll. Seperti syarat seorang pemimpin
6. Jenis kegiatan
a. Ceremonial/Formal
b. Kegiatan Inti
7. Bahan Pembahasan
Untuk pengembangan proses, langkah-langkah dalam problematika keprotokoleran,
akan disajikan langsung dalam session dialog
Materi 4 TEHKNIK DISKUSI dan TATA CARA BERSIDANG
di 07.05 {0 komentar}
Oleh : Dede Sulaeman, S. PdI ( Ketua MPO )
A. PENGERTIAN DISKUSI
Diskusi berasal dari kata “discum” (bahasa latin) dan “discussio” (bahasa inggris) yang
artinya adalah interaksi. Adapun menurut istilah adalah :
1. Interaksi yang satu dengan yang lainnya, dalam hal ini perilaku yang satu memberi
informasi, merubah, memperbaiki, atau menerima suatu/sesuatu dari yang lain.
2. Sebagai wahan respon antara pribadi yang akhirnya menghasilkan kesepakatan
bersama .
3. Pertemuan untuk bertukar pikiran tentang suatu maslah.
B. FUNGSI DISKUSI
Diskusi berfungsi sebagai berikut:
1. Pemecahan masalah, menetukan alternatif, usaha pemecahan dan bertindak
bersama sesuai dengan alternatif yang tidak direncanakan.
2. Mengembangkan pribadi, harga diri, hormat kepada sesama, berani mengatakan
pendapar dan mendalami pengertian tentang suatu persoalan
C. TUJUAN DISKUSI
1. Untuk dapat menyadari , dan menguji bukti-bukti system nilai, pendapat dan
respon dari suatu gagasan sendiri atau orang lain.
2. untuk menguji secara kolektif tentang suatu gagasan yang dikemukakan orang
lain.
3. Untuk bertukar pikiran dan ide, belajar mengungkapkan serta menanggapi
keterangan yang relevan.
4. Mengaitkan data dan keadaan dari berbagai pandangan orang lain dan latar
belakang nya berbeda-beda.
D. MACAM-MACAM DISKUSI
1. Bersifat informal
a. Model Laju Ikan
Yaitu pembicaraan tidak resmi antar dua orang atau tiga orang dengan tempat atau
waktu tidak tentu yang dapat menemukan beberapa alternatif pemecahan
setidaknya akan mendapat
persoalan,
b. Model Dengung lebah
Terdiri dari beberapa kelompok kecil yang tidak ada keterkaitan biasanya dari dua
atau sampai empat orang.
c. Model debat
Adu logika antara seseorang dengan yang lain tentang sesuatu persoalan yang
didalamnya ada kelompok pro dan kontra dan disini ada semacam ego kolektif.
2. Bersifat Formal
a. Model Lempar Kata
Terjadinya pengumpulan gagasan yang cukup singkat, lantaran gagasan tersebut
ditampung oleh ketua diskusi dan jumlah anggotanya sekitar 8 sampai 12 orang.
b. Model Panel
Yang berbicara adalah pakar dari berbagai keahlian untuk meni jau dan
menganalisis suatu permasalah yang diajukan. Pertanyaan-pertanyaan diajukan
oleh moderator dan peserta diskusi hanya memantau jalanya diskusi.
c. Simposium.
Hampir sama dengan diskusi panel, hanya dalam symposium para pakar dituntut
untuk mengungkapkan dan menjelaskan karya tulisnya dan peserta dapat
mengajukan berbagai sanggahan secara langsung atau saran yang diajukan para
pakar, karena itu symposium didalamnya berupa kajian dan pendapat tidak sampai
pada keputusan jadi ruang lingkupnya cukup jelas.
d. Seminar
Temu wicara untuk membahas suatu maslah tertentu (terbatas pada suatu persoalan)
melalui prasaran dan kajian yang dimaksudkan untuk mendapatkan keputusan
bersama.
e. Work Shop (Loka Karya)
Telaah terhadap persoalan yang diikuti oleh orang ahli dalam permasalahan itu un
tuk mendapatkan suatu keputusan .
f. Konvensi
Hampir sama dengan symposium, membahas persoalan yang cukup jelas, para
pakar dan peserta diskusi berasal dari bidang keahlian yang sama walaupun berasal
dari lembaga yang berbeda.
g. Rapat Kerja
Pertemuan wakil-wakil pemimpin suatu instansi untuk mengkaji suati pekerjaan
yang sesuai dengan pekerjaan mereka.
h. Diskusi kelompok (Group Discusion)
Beberapa orang yang mempunyai niat bersama terhadap suatu persoalan , bertemu
dan bertukar pikiran, komunikasi yang lebih dekat dan langsung karena baik tempat
atau pun waktu dapat ditukar sendiri oleh kelompok. Jumlah anggota kelompok
antara 6 sampai 8 orang. Pemimpin dipilih oleh kelompok itu sendiri dan bias
berganti-ganti.
E. ORGANISASI DISKUSI.
Demi kelancaran jalanya diskusi biasanya disusun organisasi sebagai berikut:
1. Ketua atau pemimpin diskusi adalah sebagai berikut:
a. Tugas pemimpin diskusi adalah sebagai berikut:
• Memimpin jalanya diskusi, membuka diskusi, mengatur pembicaraan dan
menutup diskusi
• Merumuskan maslah, sehingga diskusi memperoleh hasil yang positif.
• Memberi keputusan bila terjadi perdebatan dalam diskusi
b. Ketua diskusi harus pandai dan bijaksana dan berpengetahuan luas
c. Ciri-ciri pemimpin diskusi yang baik adalah :
• Pemimpin diskusi dengan sabar dan tidak berat sebelah
• Menghargai setiap pendapat
• Mengetahui aturan permainan
d. Siap pemimpin diskusi :
• Mempersiapkan garis besar diskusi
• Membuka diskusi dengan pengarahan/saran
• Memimpin jalannya diskusi dengan tidak menyimpang dari pokok
permasalahan,
2. Sekretaris diskusi/Notulen
Sekretais diskusi harus mampu mencatat inti permasalahan dan pokok gagasan
sehingga tersusunlah hasil diskusi yang rapih./sistematis.
3. Pembicara
Pembicara adalah yang menyampaikan/ menyajikan suatu masalah atau meninjau ,
menganalisa suatun permasalahan yang diajukan moderator atau peserta diskusi.
Seorang pembicara harus dapat menyajikan masalah dan dapat membangkitan
semangat atau merangsang peserta diskusi serta
maslah harus mendatar (monoton).
4. Peserta
Peserta diskusi harus :
a. Mempunyai kesiapan mental sebelum diskusi
b. Dapat berperan aktif atau berpartisifasi dalam kegiatan diskusi tersebut
c. Tidak perlu takut berbuat salah dalam mengungkapkan masalah
d. Menghindari ketegangan, emosi, dan ego pribadi .
F. LANGKAH-LANGKAH DISKUSI
1. Persiapan
Dalam hal ini dim ulai dengan munculnya suatu persoalan sebagai bahan kajian
diskusi. Kemudian kegiatan berikutnya pembentukan panitia diskusi yang
mempersiapkan segala hal yang berkenaan dengan diskusi yang meliputi :
Administrasi, akomodasi, dan material.
2. Pelaksanaan
Pada tahap ini dimulai dengan pembukaan ( dalam diskusi yang ruang lingkupnya
besar, biasanya dibuka oleh pejabat yang berwenang ). Kemudian pelaksanaan diatur
oleh pemimpin/moderator dan sampai saat penutupan.
3. Penyelasaian
Pada bagian ini panitia/tim yang telah dipercaya mereka kembali dan mengumpulkan
hasil – hasil diskusi, kemudian disusun dan dilaporkan kepada pihak – pihak yang
terkait.
4. Tindak lanjut
Berakhirnya diskusi bukan berakhir segalanya namun harus mengadakan tengok
balik/terhadap hasil diskusi tersebut. Sampai berapa jauh hasil diskusi yang
dicapai/relevansinya dengan apa yang dipersoalkan, karena mungkin saja dari diskusi
tersebut dapat menimbulkan persoalan baru yang belum terpikirkan.
G. MANFAAT DISKUSI
1. Terangsang untuk lebih memahami masalah dilingkungannya, keluarga, masyarakat,
organisasi, dan lingkungan lainnya.
2. Menumbuhkan bakat, sifat dan sikap kepemimpinan
3. Latihan merumuskan buah pikiran yang jelas dan singkat.
4. Melatih jiwa sabar
5. Menubuhkan jiwa toleransi
6. Membina dan melatih jiwa terbuka
7. Mengembangkan kemantapan pikiran, kestabilan emosi, dan kedewasaan berpikir.